Tuesday, August 8, 2017

Gerhana Bulan (Lunar Eclipse)

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°[1], maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana Bulan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Gerhana bulan total dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Gerhana bulan total negatif: Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah NTT dan warna bulan menjadi merah tetapi tidak rata.
b. Gerhana bulan total positif: Pada gerhana ini, bulan melalui titik pusat daerah umbra dan warna bulan menjadi merah merata.

2. Gerhana bulan sebagian.
Pada gerhana ini, bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.   


3. Gerhana bulan penumbra.
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali. Ketika gerhana bulan sedang berlangsung, umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf).

Rujukan:
[1] Materi Gerak Bumi dan Bulan Kelas VI - Agus Fany Chandra Wijaya - Digital Learning Lesson Study - 2010

Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gerhana_bulan

Monday, August 7, 2017

Puasa Ayyamul Biidh


Puasa sunah tiga hari setiap bulan hijriyah adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Melakukan puasa tiga hari setiap bulan hijriyah seperti melakukan puasa sepanjang tahun, karena pahala satu kebaikan adalah sepuluh kebaikan semisal. Berarti puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sebanyak tiga puluh hari setiap bulan. Jadi seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.[1]

Puasa ini utamanya dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada setiap bulan hijriyah atau yang disebut ayyamul biidh (hari putih, yaitu saat bulan bersinar terang/purnama), kecuali pada tanggal 13 Dzulhijah (hari tasyrik) maka diharamkan berpuasa. Jika melaksanakan puasa selain pada tanggal tersebut juga tidak apa-apa. Menurut Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, puasa tiga hari setiap bulannya boleh dilakukan pada sepuluh hari pertama, pertengahan bulan atau sepuluh hari terakhir dari bulan Hijriyah, atau pula pada setiap sepuluh hari tadi masing-masing satu hari. Puasa tersebut bisa pula dilakukan setiap pekan satu hari puasa. Ini semuanya boleh dan melakukan puasa tiga hari setiap bulannya ada keluasan melakukannya di hari mana saja.[2]

Adapun dalil mengenai puasa ini terdapat dalam hadits berikut:
1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”[3]

2. Mu’adzah bertanya pada ‘Aisyah,
أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى مِنْ أَيِّهِ صَامَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).”[4]

3. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.”[5]

4. Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).”[6]

5. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.”[7]

Rujukan:
[1] Lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin di Syarh Riyadhus Sholihin, 3/469.
[2] Syarh Riyadhus Sholihin, 3/470.
[3] HR. Bukhari no. 1178.
[4] HR. Tirmidzi no. 763 dan Ibnu Majah no. 1709. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[5] HR. An Nasai no. 2345. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Ash Shohihah no. 580.
[6] HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2424. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[7] HR. Bukhari no. 1979.

Sumber:
https://rumaysho.com/863-lakukanlah-puasa-sunnah-minimal-sebulan-3-kali.html

Wednesday, July 19, 2017

Ekosistem Padang Rumput

 Tugas Presentasi
EKOSISTEM PADANG RUMPUT
Oleh:
Athallah Emeraldo Zajuli
Kelas 6B
SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru


Singa dan gajah di ekosistem padang rumput
Ekosistem padang rumput digolongkan sebagai salah satu kelompok ekosistem daratan yang terbentuk secara alamiah. Ekosistem ini terbentuk pada daerah tropik maupun subtropik yang memiliki curah hujan antara 25-30 cm/tahun, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman rumput. Adanya rumput yang melimpah menarik hewan-hewan pemakan rumput (herbivora) seperti domba, zebra, kuda, gajah, dan jerapah. Keberadaan hewan herbivora itu selanjutnya menarik hewan pemangsa (carnivora) seperti singa, chetah, serigala, dan anjing liar untuk datang menyerang. Rantai makanan ini terus berputar sehingga membentuk ekosistem padang rumput.

Komponen ekosistem padang rumput terdiri dari komponen abiotik (benda mati) dan komponen biotik. Komponen abiotik terdiri dari suhu udara, air, tanah, batu, cahaya matahari, dan iklim. Sedangkan komponen biotik berupa organisme atau makhluk hidup dari yang berfungsi sebagai penyedia makanan sampai yang berfungsi sebagai pengurai makhluk hidup yang sudah mati.

Manfaat ekosistem padang rumput antara lain:
  • Sebagai sumber bahan makanan bagi makhluk hidup lain.
  • Menjaga kesimbangan ekosistem yang dinamis
  • Menjamin tetap berlangsungnya daur ulang sampah organik di ekosistem
  • Sebagai sumber senyawa anorganik yang sangat diperlukan bagi kehidupan
  • Membantu mengatasi permasalahan polusi.

Ekosistem padang rumput dapat dijaga keseimbangannya dengan cara tidak sembarangan memburu hewan atau memanfaatkan makhluk lainnya secara berlebihan sehingga dapat merusak bahkan memutus rantai makanan di ekosistem tersebut. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah tidak membuang sampah, mencemari, atau merusak lingkungannya agar semua makhluk yang ada di ekosistem padang rumput terhindar dari kepunahan.

Saturday, July 15, 2017

Sunday, June 4, 2017

ESQ 2017

Kegiatan ESQ sebelum UAS kenaikan kelas 6:
Menyeimbangkan kemampuan kognitif, emosional, dan spiritual