Sunday, April 23, 2017

Al Khawarizmi



Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad.

Karya Al Khawarizmi antara lain:
  • Al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala (Buku yang Merangkum Perhitungan Pelengkapan dan Penyeimbangan) adalah buku pertama tentang aljabar yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Karena karya inilah Al Khawariz disebut sebagai Bapak Aljabar. 
  • Al-Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind adalah buku yang memperkenalkan angka arab yang kelak diadopsi sebagai angka standar yang dipakai di berbagai bahasa serta kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke-12. Dalam karya ini Al Khawariz memperkenalkan penggunaan angka nol dalam notasi dasar posisi.
  • Al-Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind (Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasarkan Kalkulasi Hindu) adalah buku tentang aritmetika/dixit algorizmi. Dari karya inilah Al Khawariz dikenal sebagai penemu algoritma.
  • Al-Kitāb ṣūrat al-Arḍ (Buku Pemandangan Dunia) adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum. Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sangat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis.
  • Zīj al-sindhind (Tabel Astronomi) adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang.
  • Risāla fi istikhrāj taʾrīkh al-yahūd (Petunjuk Penanggalan Yahudi), menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishrī dimulai; memperhitungkan interval antara Era Yahudi (penciptaan Adam) dan era Seleucid; dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh al-Bīrūnī dan Maimonides.
  • Al-Kitāb ar-Ruḵāma(t) adalah manuskrip di Istanbul yang berisi tentang sundial.
  • Al-Kitab al-Tarikh, merupakan buku sejarah karya Al Khawarizmi yang disebutkan oleh Ibnu al-Nadim dalam Kitab al-Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab).
  • Determinasi arah Mekkah adalah salah satu astronomi sferik.
  • Ma’rifat sa’at al-mashriq fī kull balad, adalah buku tentang pagi.
  • Ma’rifat al-samt min qibal al-irtifā’, berisi penentuan azimut dari tinggi.
  • Al Khawarizmi  juga menulis buku tentang penggunaan dan perakitan astrolab.

Sumber: Wikipedia

Thursday, April 20, 2017

Cara Kerja Baterai

Baterai bisa mengubah energi kimia menjadi listrik. Listrik adalah aliran elektron melalui jalur konduktif seperti kawat, yang disebut sirkuit. Baterai memiliki tiga bagian, anoda (-), katoda (+), dan elektrolit. Katoda dan anoda (positif dan sisi negatif pada kedua ujung baterai tradisional) terhubung ke sirkuit listrik. Reaksi kimia di dalam baterai menyebabkan terbentuknya elektron pada anoda. Hal ini menghasilkan perbedaan listrik antara anoda dan katoda. Perbedaan listrik ini dikarenakan adanya penumpukan elektron yang tidak stabil.

Elektron yang bertumpuk itu kemudian saling memisahkan diri dan bergerak ke tempat yang memiliki sedikit elektron, yaitu katoda. Akan tetapi elektrolit membuat elektron tidak bisa bergerak langsung dari anoda ke katoda di dalam baterai. Saat rangkaiannya tertutup (kawat menghubungkan katoda dan anoda) elektron akan bisa sampai ke katoda. 




Dalam gambar di atas, elektron melewati kawat, menyalakan cahaya bohlam di sepanjang jalan. Inilah salah satu cara untuk menggambarkan bagaimana potensial listrik menyebabkan elektron mengalir melalui sirkuit. Namun, proses elektrokimia ini mengubah bahan kimia dalam anoda dan katoda berhenti memasok elektron. Jadi ada sejumlah daya yang tersedia di dalam baterai.

Saat mengisi ulang baterai, Anda mengubah arah aliran elektron menggunakan sumber tenaga lain, seperti panel surya. Proses elektrokimia yang terjadi adalah sebaliknya. Anoda dan katoda dipulihkan ke keadaan aslinya dan bisa kembali memberikan kekuatan penuh.

Sumber:
http://www.qrg.northwestern.edu/projects/vss/docs/power/2-how-do-batteries-work.html

Peringatan Hari Kartini 2017

Tampil kece dengan busana daerah 😍😙

Monday, April 17, 2017

MHQ Tingkat Kab. Bandung 2017

Bersama kafilah Kecamatan Cileunyi
 berlaga di tingkat Kabupaten Bandung.
Alhamdulillah...

Adikku, penyemangatku. Terima kasih ya, Dik...